Minggu, 23 September 2007

Quality Of Life

Suatu ketika Ketua STIKOM, Pak Jangkung berbicara di depan para karyawan baru dan ikatan dinas dalam suatu orientasi. Sebelum orientasi dimulai beliau mengemukakan beberapa sikap yang harus dimiliki sebelum mengikuti training apapun. Yang pertama ialah menjadi 0. Untuk dapat menerima sesuatu seseorang harus menjadi 0 atau tidak tahu apa pun. Ia harus meninggallkan segala atribut, kedudukan, dan latar belakang yang membuatnya merasa hebat, merasa lebih dibandingkan orang lain. Selain itu ia juga harus berani dan mau dibentuk. Mengapa demikian? Ketika kita tidak menjadi 0 maka semua yang akan diberikan akan sia-sia ibarat gelas yang telah penuh terisi air kemudian diisi lagi dengan maka air tersebut akan tumpah, tidak akan masuk ke dalam gelas. Sikap lain yang harus dimiliki ialah berada dalam posisi pembelajar, ibarat seorang penggergaji yang mengasah gergajinya, bukan sebagai seorang pengamat. Seorang pembelajar akan berada di dalam, mendengarkan, menyimak, dan melakukan perenungan terhadap dirinya sendiri, sedangkan pengamat berada di luar, melihat dan mengomentari semua yang didapatnya.
Pak Jangkung mengemukakan bahwa ilustrasi kehidupan tidaklah cukup hanya dengan 1 hari saja, namun selama hidup kita. Ilustrasi kehidupan ini akan menjadi aspirasi dan akan menimbulkan inspirasi dalam hidup kita. Bila kita tidak memilikinya maka hidup kita pasti akan kering. Beliau mengisahkan beberapa orang sukses, seperti pemilik konimex, soklin, dimana orang-orang tersebut walaupun begitu suksesnya namun tetap rendah hati, tetap mau belajar, tidak hanya pada orang-orang besar, namun juga pada orang-orang kecil, karena bagi mereka untuk belajar, untuk maju tidak terbatas. Orang-orang di sekitar kita bisa menjadi sinar, menjadi inspirasi bagi orang lain, namun semuanya tergantung apakah kita menyadarinya atau tidak.
Untuk mencapai enlightment atau pencerahan dibutuhkan sikap kontemplatif untuk selalu menyadari semua yang kita perbuat, yang kita ucapkan. Beliau mengatakan bahwa hidup harus bawa arit terus-menerus untuk mengganti kepala dengan kepala lainnya yang lebih baik supaya bisa melihat dengan cara yang lain, berpikir dengan cara yang lain dan menjadi lebih baik. Selain itu juga harus pandai dalam bermain peran, kapan kita menjadi pemimpin, kapan menjadi bawahan, kapan harus berada di atas, kapan harus berada di bawah. Selain dapat mempermudah peran orang lain, juga dapat membuat diri kita bisa melihat banyak hal yang selama ini tidak pernah kita perhatikan, karena kita sering merasa diri kita berada di atas orang lain.
Hal yang tidak kalah penting dalam meningkatkan kualitas diri kita yaitu menjadikan pembelajaran sebagai kebudayaan. Apalah artinya kita mendapat nilai A dalam perkuliahan atau mendapat IP 4 jika kita tidak dapat menerapkannya, tidak dapat menggunakannya untuk mengembangkan diri kita, untuk berbagi kepada sesama kita. Apalah artinya semua itu jika kita hanya sibuk untuk membicarakan kejelekan orang lain, melihat kesalahan orang lain, tetapi tidak mampu untuk melihat diri kita, pakah benar kita lebih baik dari orang yang kita bicarakan. Beliau juga mengatakan seburuk-buruknya Anda jangan khawatir asal Tuhan melihat Anda berjuang untuk menjadi lebih baik, jangan melihat apa yang dikatakan manusia. Beliau mengambil contoh seorang pelacur yang selama ini selalu dianggap rendah oleh orang lain, namun apakah orang itu lebih baik dari pelacur tersebut, apakah dia tahu betapa beratnya perjuangan seorang pelacur untuk bisa keluar dari pelacuran dan menjadi lebih baik. Contoh lain yaitu Mike Tyson. Ketika ia menggigit telinga oliver, apa yang dikatakan dunia? Orang hanya melihat seorang Tyson tidak sportif dsb, namun apakah mereka tahu apa yang dilakukan Tyson setelah itu? Ia benar-benar nenunduk, merenungi perbuatannya dan menyesali perbuatannya selama 3 jam, kemudian setelah itu apa yang dilakukannya? Ia langsung minta diantar ke tempat Oliver untuk meminta maaf, karena ia tahu bahwa ia telah salah. Sungguh perbuatan yang luar biasa. Rekan-rekan, meminta maaf bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan…. Dan apa yang dikatakan oleh Oliver? Dia berkata “Aku sudah memaafkanmu sebelum engkau meminta maaf karena aku tahu engkau adalah orang yang besar, aku tahu bagaimana engkau sebenarnya” Mike Tyson berasal dari lingkungan yang sangat buruk, namun ia berjuang untuk bisa keluar dari lingkungan itu dan menjadi seorang petinju tingkat dunia. Contoh lain ialah Ronny Pattinasarani, seorang mantan pemain yang berprofesi sebagai seorang pelatih sepak bola nasional. Ketika anaknya divonis narkoba, ia memutuskan untuk keluar dari profesinya demi mendampingi sang anak menyembuhkan penyakitnya. Cinta kasih dan pengorbanannya membuat kedua anaknya akhirnya terbebas dari narkoba. Demikianlah beberapa cerita tentang perjuangan orang yang fighting to be better.
Dalam bekerja, Pak Jangkung mengemukakan ada 4 macam tipe orang dalam bekerja. Tipe pertama yaitu non duty. Orang yang termasuk tipe pertama hanya datang untuk bekerja. Misal jika jam kerja 7:30 – 16-30 maka ia akan datang dan pulang pada jam tersebut. Orang ini tidak akan berpengaruh banyak bagi lingkungannya. Dengan kata lain jika ia tidak ada maka tidak apa-apa. Tipe kedua ialah duty. Orang tipe ini akan bekerja sebaik-baiknya. Namun apa yang dikerjakannya hanya sebatas pada job desc yang telah diberikan kepadanya. Ia belum mampu mengembangkan dirinya lebih lanjut. Tipe ketiga ialah calling of duty. Orang tipe ini akan melakukan pekerjaan karena panggilan. Mereka dalam bekerja tidak dibatasi oleh waktu demi menyelesaikan pekerjaannya. Bahkan hari libur pun akan masuk kerja jika pekerjaannya belum terselesaikan. Contohnya jika hujan deras, maka jam berapa pun petani akan keluar dari rumahnya demi menyelamatkan tanamannya, tidak peduli kehujanan, lumpur, dsb. Tipe keempat ialah beyond the duty, yaitu orang yang bekerja melebihi pangilannya. Orang tipe ini akan mengerahkan semua kemampuannya dan memberikan pengabdiannya demi pekerjaannya. Contoh termudah ialah seorang ibu. Walaupun sangat lelah dan letih, namun jika dibutuhkan ia akan siap sedia melayani keluarganya. Dan semua yang dilakukannya tidak perlu diketahui orang lain, tidak butuh pujian dari orang lain. Calling the duty dan beyond the duty lah yang dikenal sebagai karya. Dan kita hidup bukan untuk bekerja namun untuk berkarya. Untuk itu, jangan pernah menolah tugas, karena itu adalah sebuah tantangan untuk eksplorasi semua kemampuan kita. Demikianlah beberapa hal yang disampaikan dalam acara orientasi. Dari cerita dan ilustrasi tentang orang-orang yang memiliki keteladanan dalam hidupnya, Pak Jangkung sempat memberikan renungan bagi kita semua :

Apakah kita sampai hari ini hidup dengan kebencian pada seseorang dan masih terbawa hingga hari ini, hidup dalam masa lampau dan terpenjara selamanya?
What kind of people you will be?